Minggu, 28 Desember 2014



















Kemarin saya (Sekretaris RW) bersama Ketua RW bapak H. Triswanto berkesempatan untuk menghadiri Rapatnya Bappeda dan Ketua RW se-Jakarta Timur. Hal menarik untuk disampaikan ulang adalah, bahwa Ahok mengharuskan setiap kelurahan dalam keadaan aman dan bersih. Melalui masing² Kelurahan, disediakan dana 500.000.000,- pertahunnya. Jadi, untuk di Jakarta, kalau ada jalanan berlubang yang membahayakan, sampah yang berserakan tanpa penanganan, saluran got yang macet, warga bisa melaporkan melalui ketua RW untuk segera ditangani.

Ahok segera Lounching Smartcity dalam konsep laporan online. Jadi, warga bisa melaporkan langsung melalui aplikasi QLUE (android) yang nantinya bisa didapatkan langsung dari Play Store. Photo kejadiannya (sampah, fasilitas umum yang rusak, dll), nanti melalui dashboar smartcity ahok selaku gubernur akan melihat langsung laporan itu. 

Yang seru adalah, aplikasi android yang bernama CROP yang harus diinstal oleh setiap aparat pemerintahan (termasuk lurah), karena aplikasi ini akan memberi tahu laporan dari QLUE tadi kepada lurah. Maksimal waktu respon selama 3 hari, kalau lebih dari 3 hari, akan ada indikator berwarna merah yang artinya laporan itu belum ditindaklanjuti. Dan hal ini yang akan menjadi tugas gubernur untuk meminta penjelasan dari aparat terkait yang belum merespon laporan warga lebih dari 3 hari.

Oiya, dibulan Desember ini, akan ada Musrenbang. Jadi, biaya yang keluar dari pemerintahan kepada kelurahan, berdasarkan permintaan dari warga (melalui Rapat/REMBUK RW).

Jadi, kalau memang peduli kepada lingkungan diwilayah sendiri, coba ikut Rembuk RW, sampaikan ide-ide untuk perbaikan lingkungan (semisal pembuatan taman bermain, perbaikan atau pembuatan saluran air, dll). bahkan ada yang minta AMBULAN loh buat RW nya, hahahaaa.. walaupun di tolak, tapi seperti itulah ide² yang dibutuhkan untuk pengeluaran dana ditahun depan.

0 komentar:

Posting Komentar